News

Mengerem Terlalu Lama Berisiko Merusak Rem Porsche?


Sistem pengereman yang cepat rusak menjadi hal yang kerap dikeluhkan oleh konsumen Porsche. Hal ini ternyata diakui oleh pihak Porsche. Namun, Porsche mengungkapkan bahwa kerusakan tersebut bukan disebabkan oleh kesalahan komponen, melainkan karena gaya berkendara konsumen.

“Mengerem terlalu lama dan terlalu sering dalam waktu yang berdekatan (mengayun) setelah kecepatan tinggi dapat menyebabkan rem menjadi sangat panas. Panas ini mempengaruhi komponen rem dan dapat menyebabkan kerusakan,” ucap Lukas Lukasiewicz selaku Direktur After Sales Porsche Indonesia.

Untuk itu, Porsche menghimbau agar konsumen yang senang berkendara dengan kecepatan tinggi untuk mengubah gaya pengereman.
“Kami dari pihak Porsche menyarakan agar konsumen melakukan gaya hard breaking dalam waktu yang tidak lama. Ini mengizinkan rem memiliki waktu untuk cooling down sebelum mengerem lagi,” jelasnya.

Porsche sendiri menggunakan teknologi fix caliper pada sistem pengeremannya. Teknologi ini mampu memberikan performa lebih baik dibandingkan tipe floating caliper yang biasa ditemukan di kendaraan pada umumnya.

Tipe sistem pengereman ini menggunakan enam piston yang dapat menekan kampas ke piringan rem lebih pakem. Biasanya, tipe pengereman ini disematkan pada mobil-mobil yang memiliki performa tinggi seperti mobil sport dan mobil balap.

“Untuk masa aus rem Porschge itu sebenarnya tergantung dari masing-masing pengendara. Tetapi normalnya, rem akan aus setelah pemakaian mencapai 40 ribu kilometer. Perlu diketahui bahwa teknologi yang kami gunakan berasal dari race track, karena DNA Porsche awalnya dari situ,” tutup Lukas.

Sumber: http://www.otosia.com/berita/mengerem-terlalu-lama-berisiko-merusak-rem-porsche.html